breakTime....

My Own Galaxy

Selasa, 15 Maret 2016

Alien Berjiwa Jepang? (Random)

     Jadi, ini random lagi. Ga tau kenapa emang keseringan random, ya daripada ga ada media penyalur mending nulis di sini aja. Ini pun setelah mikir lagi mau nulis random yang randomnya ga bikin alis orang yang baca jadi miring. Kenapa? Karena rasa-pengen-diterima ini.

Jadi ini random yang ga random? Bisa jadi, lah...

     Ga sedikit orang di sekitar yang entah kelewat sensi atau apa, atau mungkin karena saya 'kealien-alienan' jadinya kalau mau ngomong sering banget salah atau ga nyambung. Padahal saya sadar apa yang ingin saya katakan. Kok komunikasinya ga dapat? Karena suara yang ga tersampaikan, saya jadi kabur ke nyanyi (lho?). Nyanyi lebih mudah diterima sama orang, walaupun keseringan fals. Kalo salah ngomong? Yah, paling dinyinyirin dulu, "Ih kamu kok makin aneh-aneh kayak ini, sih?"

     Judul baru nemu pas masuk paragraf ini nih. Karena komunikasi yang ga tercapai (eyah) saya jadi mikir apa mereka nganggep saya ini alien? Mungkin pas saya coba ngomong bahasa yang sama dengan yang lain, mereka dengernya malah kode biner. Karena susah nerjemahinnya, tinggal cap aja 'aneh'; gampang, kan? Masih mending dicap stranger yang masih satu planet.

     Terus soal jiwa Jepang? Cuma msg itu hahaha biar sedap. Ga ngerti? Oh sorry. ^ ^
Read More

Sabtu, 12 Maret 2016

Akhirnya Dunia itu akan Pergi

Lama tidak menulis di sini, sama lamanya mungkin dengan tidak mengupdate twitter? Tidak banyak yang terjadi, kurang lebih sama saja. Masih mengejar mimpi. Tulisan ini mungkin hanya akan jadi tulisan random lain. Selalu kehilangan sesuatu; atau banyak?

Tentang judul, hari ini awal dari dunia lain itu berulang tahun. KP. Sudah 4 tahun sejak tempat itu didirikan dan sudah 3 tahun lebih sejak dirinya bergabung. Dalam kepalsuan yang lama dijalani, perasaan lama-kelamaan ambil bagian. Apa semua roleplayer akan berakhir seperti itu? Oh sudahlah...

Apa akan ada yang mencari?

Ingin menulis banyak hal tapi selalu berujung lupa atau malas meneruskan? Mungkin aku harus belajar untuk lebih sungguh-sungguh lagi. Dan untuk sungguh-sungguh, chapter 1 sudah di-posting di theexroleplayerdiary. Hadiah lain untuk dunia lain itu dan untuk diriku dan dirinya. 
Read More

Rabu, 01 Oktober 2014

Dia Milikku

Aku sudah tau, kawan. Pandanganmu searah denganku, ke gerbang tempat ia berdiri dengan bingung entah mencari siapa. Sayangnya dia tidak berjalan ke arah kita, walaupun jelas-jelas kita mengharapkannya, kan? Ia malah duduk di bangku hijau itu, diam, sampai akhirnya seseorang menghampiri dan menjawab beberapa pertanyaan yang ia lontarkan.
“Kak, itu PU*?kamu mencuri start dan bertanya pada kakak yang bercerita dengan sasaran kita. Tapi hei, aku bisa mendengarnya juga karena jarak kita dekat.
“Iya, dek. Kenapa memangnya?”
Belum sempat kamu bertanya lebih jauh, aku sudah lebih dulu mengambil tempat di sampingnya.
“Ibu ada yang bisa dibantu?” tanyaku sambil tersenyum.
“Iya, sus, mau cabut gigi ini...”

KamuTak akan mungkinMendapatkannyaKarena diaBerikan akuPertanda jugaJanganlah kamu banyak bermimpiOh..
Dia untuk aku.(Yovie and Nuno - Dia Milikku)


DANG! Kamu tersenyum kecut. Maaf kawan, dia milikku.


Note : *PU : Pasien umum

Yang koass gigi pasti tau :p
Read More

Selasa, 24 Juni 2014

Dari balik pintu kamar

Dari balik pintu kamar yang bisa kulihat hanya lembar depan koran entah tanggal berapa. Aku menanti suara lembar-lembar itu kaubalik, nyatanya kau hanya diam pada lembar yang sama.
Kau hanya menyembunyikan wajahmu, prasangkaku.
Kau menahan hatimu, tak ada suara isak di sana, prasangkaku lagi.
Kalau saja aku berada di sebelahmu saat ini kau akan kudekap, sayang, aku hanya mampu menutup pintu.
Dari balik pintu kamar yang sudah kututup, untukmu yang lupa caranya tersedu? Kini kupinjamkan mataku.
Read More

Kamis, 16 Januari 2014

Banjir Kemarin...

Jadi akhirnya listrik menyala setelah padam dari kemarin pagi. Katanya sih listrik mati karena kantor PLN sendiri terendam. Mungkin kondisinya sudah lebih baik.
Mungkin peristiwa banjir kemarin di Manado menyadarkan kita bahwa kuasa Tuhan dan alam tidak bisa dilawan dan kita tidak pernah bisa meramal apa yang akan terjadi. Ceritanya kemarin setelah menikmati libur hari raya, saya pergi ke klinik seperti biasa. Karena saya masih menyandang status ko-ass gigi tingkat pertama jadinya tidak boleh malas dan membolos, apalagi tinggal dengan orangtua. Otomatis setiap hari kerja walaupun tidak ada janji dengan pasien tetap diharuskan datang, jadilah saya datang hari itu. Padahal cuaca pagi hari cerah, walaupun jembatan yang saya lewati di perjalanan menuju klinik memang naik volume airnya tapi masih bisa dianggap wajar.
Kemudian hujan mulai turun, listrik padam dan diganti dengan genset. Tiba-tiba dapat kabar kalau sudah ada genangan air di lorong depan klinik tapi masih pendek. Teman-teman juga mulai menunjukkan foto yang beredar di bbm tentang beberapa daerah yang sudah tergenang banjir dan ombak di Boulevard yang tinggi. Katanya pintu air di Tondano juga sudah terbuka. Baru beberapa jam kemudian saat saya dan teman-teman berada di lantai 4, kami melihat kalau sudah ada genangan air di jalan raya di sekitar dua bangunan di sebelah klinik. Genangan air datang dari tiga arah : kompleks Plasa, Kampung Cina dan persekolahan Don Bosco Manado. Sementara itu jalanan depan klinik masih kering, orang-orang mulai pulang tapi saya masih menunggu jemputan karena sudah tidak ada angkot yang lewat di depan jalan karena terhalang banjir. Komunikasi juga terhalang karena signal yang jelek. Hujan masih turun.
Karena banjir di daerah Kampung Arab, akhirnya Papa berjalan dari pertigaan Tuminting-Wonasa untuk menjemput saya. Padahal air sudah sampai setengah badan, syukurlah papa bisa selamat sampai ke lokasi saya dan saya jadi tenang karena sudah bersama Papa. Terima kasih, Papa. J
Hujan belum berhenti dan air masih terus naik, akhirnya Papa dan saya pindah dari klinik menuju Griya Sintesa di sebelah. Lama-lama air mulai masuk dan kami pindah ke lantai dua. Dari sini saya bisa melihat toko-toko di depan yang sudah tertutup air, mobil-mobil di kampung Cina yang sudah mulai terbawa air, orang-orang yang mengungsi, dan parkiran serta klinik gigi yang juga sudah tergenang air.


Kami tidak lama-lama di Griya karena setelah itu ada instruksi bagi orang-orang yang menginap di situ untuk pindah ke hotel Peninsula. Saya, papa, dan kedua teman saya pun ikut pindah. Lewat jendela lantai dua dan berjalan di atas papan yang diletakkan di atas seng, kami menyeberang ke tangga yang terhubung ke hotel Peninsula. Hotel ini tembus ke jalan raya yang kering. Syukurlah akhirnya kami tidak terjebak banjir lagi.
Tapi ternyata saya dan Papa masih harus bertemu banjir lagi di kawasan jalan depan toko buku Utama yang memanjang sampai kampung Arab. Karena jalan menuju jembatan Mahakam (yang melewati kompleks Plasa yang sudah tergenang air) lebih tinggi dan kuat arus airnya, saya dan Papa hanya berharap kalau jalan di sebelah toko buku Utama itu cepat surut. Jadilah kami menunggu di sekitar emperan toko bangunan sambil melihat orang-orang yang mulai berdatangan dari lokasi banjir. Saat itu katanya masih ada orang-orang yang belum bisa dievakuasi dan kelaparan di dalam gedung. Ada juga teriakan minta tolong. Katanya ada beberapa mobil yang terbalik. Kondisi jalan yang tergenang banjir sangat gelap, hanya ada lampu senter satu-satu dari orang-orang yang menerobos banjir. Hujan yang sempat terhenti di sore hari mulai turun lagi.
Sekitar jam  10 malam ada kabar kalau pintu air Tanggari akan dibuka 2 jam lagi dan pasti air akan naik lagi. Akhirnya karena takut ketinggian air akan naik lagi, saya dan Papa berjalan di jalan depan toko buka Utama yang airnya sudah turun sampai di lutut. Banjirnya sampai di jalanan dekat Kampung Arab dan syukurlah jembatan Singkil yang katanya putus ternyata dalam kondisi baik-baik saja dan tidak terendam air dan kami bisa selamat sampai mobil.
Cerita ini saya tulis hanya sebagai kenangan saja untuk pertama kalinya saya terjebak banjir. Dari pengalaman ini saya juga sadar kalau saya belum bisa sendiri. Duduk di emperan toko dan kedinginan juga terasa aman karena ada Papa. J

Semoga banjir Manado cepat surut, semoga korban banjir bisa terselamatkan, semoga orang-orang yang meninggal karena banjir bisa diterima jiwanya di Surga, dan semoga Manado kembali pulih. Pray for North Sulawesi.
Read More

Jumat, 10 Januari 2014

Liebster Blog Award


Iya, dan kemudian bingung.
Udah terlalu lama ini blog dibiarin, tiba-tiba datanglah tweet dari Sindy tentang Liebster Blog Award. Bingung? Iya. Tapi lumayan lah buat ngisi blog yang udah lama dicuekin. #plak

Jadi berikut ini jawaban dari 10 pertanyaannya Sindy :

1. Dalam sebulan bisa baca berapa buku?
Akhir-akhir ini frekuensi baca buku berkurang. ._. Satu-dua mungkin.

2. Kalau bisa jadi salah satu tokoh dalam buku, kamu ingin jadi siapa? Kenapa?
Hmm... jadi Wanderer di novel The Host. Walaupun banyak temen yang bilang ga suka sama cerita ini tapi ga tau kenapa pengen aja jadi Wanderer yang tentu aja udah berkelana di begitu banyak planet. Sama kayak keinginan saya yang pengen bertualang ke tempat yang saya ga tau dan mengenal hal yang baru.

3. Suamimu kelak harus suka baca buku juga atau tidak? Kenapa?
Mau suka apa engga yang penting bikin bahagia aja cukup. #loh

4. Bagaimana kamu menularkan virus membaca ke anak-anakmu kelak?
Bed-time story! 

5. Sebutkan masing-masing 1 penulis luar dan dalam negeri yang paling kamu favoritkan. Kenapa?
Kalo penulis luar saya suka J. K. Rowling (gara-gara Harry Potter), kalo dalam negeri sukanya sama Dee Lestari.

6. Kapan kamu biasanya menulis?
Saat saya mau mencari tahu dan bercerita tentang sesuatu dan saat ada kesempatan (?).

7. Saat terkena writer block, apa yang biasanya kamu lakukan?
Kebiasaan buruk yang dilanjutkan : dibiarkan.

8. Kenapa kamu (ingin) menulis buku?
Kenapa ya? Karena punya buku sendiri itu keren. Walaupun saya belum bisa keren. :)

9. Jika dipertemukan dengan penulis favoritmu, apa yang ingin kamu tanyakan padanya?
Gimana caranya mengembangkan tulisan jadi sepanjang itu ._.

10. "Writing for pleasure" or "writing for popularity"? :p
Pleasure. ^^

Udah yaaaaa dijawabnya, qaqa. ^^ Maaf kalo jawabannya kebanyakan ga serius hihihi. Terima kasih atas mentionnya.

SELAMAT TAHUN BARU!
Read More

Jumat, 13 September 2013

Kepada Kamu

Aku sudah berjanji,
akan kututup pintu hati.
Karena dalam harap yang kauciptakan,
Selongsong peluru kausembunyikan.

Bahkan pemimpi,
Tak bisa terus menolak siang.
Walau seribu pembelaan kaulontarkan,
kenyataan takkan bisa dibuang.

“Hati ini sudah meradang,
Membakar cinta itu sampai jadi arang.”

Suatu hari pasti, akan datang sepi,
Berdua, dalam kegelapan kami berlari.
Namun, walau kata maaf terus menanti,

Tak akan kuijinkan kau kembali.
Read More

Friendship never out of tune

Friendship never out of tune
Diberdayakan oleh Blogger.

© breakTime...., AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena