Kamis, 30 Juni 2011

FF : Leeteuk in Neverland! #part2

Sebelumnya....

*Leeteuk terus terbang bersama cahaya aneh yang mengelilinginya, menuju bintang kedua di sudut kanan langit. Terus ke atas.. Ke atas.. Dan.... "Gyahhhhhhh!"*

Leeteuk mendapati dirinya terbangun di sebuah tempat yang tak dikenalinya. Tempat ini cukup luas, tapi tak berdinding. Setiap ruangan hanya dibatasi oleh tumbuhan menjalar dan pohon-pohon kecil. Sungguh tempat tinggal yang tak biasa.
"Kau sudah bangun Peter?" kata suara asing yang tak jelas dari mana sumbernya.
"Aku.. Dimana ini? Lagipula namaku bukan Peter, aku Leeteuk, orang Korea asli. Tapi orang di Indonesia biasa memanggilku Kadir.." * =.= *
"Leeteuk? Kadir? Ohh.. Teman-teman! Sepertinya Peter mabuk debu Pixie!" teriak suara asing itu lagi.
"Mabuk debu pixie? Yang benar saja!" tiba-tiba seorang namja melompat ke arahku. Ehh? Dia kan Donghae?
"Kau aneh Peter! Masa bisa mabuk hanya karena debu Pixie? Haha!" tambah seorang namja lagi. Ehh? Eunhyuk?
"Iya! Hahahaha!" teriak namja yang lain berbarengan. Ehh? Ehh?! Shindong? Siwon? Kangin?
"Kalian? Disini juga? Apa-apaan ini? Kenapa baju kalian aneh begini?" kataku sambil menarik baju mereka yang lebih mirip baju kurcaci.
"Kalau baju kami ini aneh, lalu bagaimana dengan bajumu yang banyak daun-daunan itu?" ledek Shindong.
"Apa? Daun.... Gyaaaahh!" Leeteuk berteriak heboh pada dirinya yang lebih mirip pohon beringin. * =.= *
"Diamlah! Kalian ribut sekali!" teriak suara asing itu sekali lagi.
"Ehh, ini dari tadi siapa yang teriak sih? Kok tak kelihatan orangnya?" celetuk Leeteuk.
"Hahh?" teriak namja-namja itu berbarengan. "Masa kau tidak bisa melihatnya, Peter? Dia kan ada di atasmu?" kata Siwon.
"Apa? Gyaahhhh!" sekali lagi ia terkaget-kaget melihat keanehan lain di tempat ini. Suatu makhluk kecil bersayap dengan rambut pirang dan hair extension, terbang di atas kepalanya.
"Ka.. Kau.. Kau.. Heechul?" katanya bingung melihat Heechul dalam versi mini.
"Heechul? Nama apa lagi itu? Kau benar-benar mabuk debu Pixie! Aku kan Tinkheebell!" cerocos Heechul mini itu.
"Tink? Tink apa? Aduhh.. Kepalaku pusing...." kata Leeteuk lemas. "Ini dimana sih? Korea bukan? Kita di Disney Land ya?"
"Haaaaaaaaaa?" Eunhyuk, Donghae, Shindong, Siwon, Kangin, serta Tink~ ahh, Heechul! memandangnya seakan berkata "Muka udah update, otak kok ga update sihh cyiin?"
"Kau benar-benar tak tau Peter?" tanya Kangin.
"Tidak, dan jangan panggil aku Peter. Aku kan Leeteuk!"
"Benar-benar tak tau, Peter?" tanya Donghae.
"Tidak! Jangan panggil aku peter terus dong!"
"Itu.. Peter.."
"Lebih baik kalian bilang saja ini tempat apa sebelum kalian kusate..!" * =.= *
"Okeeeeee!" teriak mereka berbarengan.
"Ini adalah tempat dimana mimpi diciptakan, tempat dimana waktu tak pernah direncanakan. Yang perlu kau lakukan hanya memikirkan hal-hal bahagia, dan hatimu akan terbang tanpa memerlukan sayap.. Di Never.. Never.. never never land!" teriak mereka berbarengan dengan nada dasar G = Do.
"Apa?"
"Never never land!"
"Haa?"
"Never never land!"
"Yoo?"
"Never never.." *boros kata-kta nihh..dialognya itu-itu mulu..author ga kreatif ahh.. =.=*
"Jadi aku ada di..." kata Leeteuk sambil berjalan ke jendela besar yang menghubungkan tempat ini dengan dunia luar, "neverland?" *backsound Miracle*
Tiba-tiba...
"Hahhh! Mana kau, Peter Pan!" teriak sebuah suara imut diiringi suara pintu yang didobrak.
"Peter Pan? Apa disini ada Peter Pan betulan?" teriak Leeteuk heboh.
"Jangan pura-pura bodoh ya! Kau kan Peter Pan!" teriak suara imut itu lagi.
"Wookie?" teriak Leeteuk tak percaya saat melihat sosok namja dengan satu mata yang tertutup kain hitam ala bajak laut.
"Hehh? Aku ini Kapten RyeoHook!" teriaknya sadis tapi malahan terdengar lucu karena suaranya yang imut.
"Apa maumu RyeoHook?" teriak Hee mini sangar.
"Tinkheebell..." sambung RyeoHook sinis. "I'm not believe in fairies!" teriaknya sambil mengacungkan tangan palsunya. Seketika Thinkheebell jatuh ke tanah.
"Hehh? Kenapa Heechul?!" teriakku panik, tapi Kangin hanya berjalan santai ke arah Heechul dan menepukkan kedua tangannya dan berseru, "I believe in fairies" dan seakan tak terjadi apa-apa Heechul langsung terbang kesana kemari.
"Hahh... Dasar anak-anak!" hina RyeoHook.
"Lalu apa hebatnya jadi orang dewasa? Kau iri pada kami, Lost Boys yang tak pernah tumbuh dewasa kan, RyeoHook?!" seru Siwon.
"Yaa! Karena itu kau merusak semua jam yang ada di seluruh Neverland karena kau tak mau menerima kenyataan kalau kau terus bertambah tua seiring dengan bunyi jam," kata-kata Shindong kali ini benar-benar menusuk sanubari RyeoHook dan memancing amarahnya.
"Kaliaaaaaan... Smeesung!" teriak RyeoHook geram. "Smeesung! Smeesung! Smeesung!"
"Hai, hai kapten!" seru seorang namja sambil berlari-lari kecil ke arah RyeoHook. Hah? Yesung!!
"Sebarkan berita ke seluruh penjuru Neverland...! Katakan, Aku menantang Peter Pan untuk DUEL MAUT!" sambung RyeoHook sambil menatap Leeteuk dengan tatapan merendahkan.
"Duel?! Aku?!!"

*bersambung*

FF : Leeteuk in Neverland! #part1

Seoul, malam Jumat *kok jadi horror gini?* sedang dilanda kegelapan total karena pemadaman listrik massal diseluruh bagian kota. Seorang namja terlihat cemberut di balkon sebuah gedung bertingkat. Ia mengayun-ayunkan Handphonenya sambil sesekali melihat status terbaru yang muncul di timeline twitternya. Mention "Selamat ulang tahun" mulai membanjir *?* datang padanya. Ucapan yang sebenarnya tak diharapkannya, karena tentu saja ucapan tersebut semakin memperkuat kenyataan kalau ia semakin t** kan? *ga tega bilangnya* :p
"30 Juni. Kenapa hari ini sudah 30 Juni? Sungguh, aku tak ingin besok tiba. Aku tak ingin bertambah tua. Aku tak ingin tumbuh dewasa!" teriak namja tersebut ke arah langit malam. Sebenarnya hari ini langit kota Seoul sangat indah dengan hamparan bintang yang mengelilingi bulan sabit yang memberikan cahaya keperakkan. Tapi kondisi langit yang seindah itu tak mampu mengubah suasana hati namja tersebut. Ia terus memasang wajah cemberut lalu mengarahkan HPnya ke arah langit.
"Hyung, kau sedang apa?" tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Seorang namja yang umurnya hanya berada beberapa tahun dibawahnya, tersenyum sambil memamerkan giginya yang putih hasil bleaching. * :p *
"Eunhyuk, ternyata kau.. Mengagetkanku saja.. Aku hanya.. Sedang bosan, ya bosan!" jawab namja itu sekenanya, ia malas menjelaskan panjang lebar tentang kegalauannya menjelang pertambahan umurnya.
"Ohh.. Begitu," sambung Eunhyuk santai. "Ehh, Hyung! Besok kita pesta ya! Ayolah Hyung, pestaaaa.. Pestaaaaaaa......" rengek Eunhyuk dengan mata berkaca-kaca.
"Pesta? Pesta apa? Tak ada yang perlu dirayakan!" jawabnya dingin.
"Apa? Besok kan hari makan es krim sedunia *Eunhyuk ngarang* masa tidak ada pesta? Payah! Hyung payah!" teriak Eunhyuk sebal lalu meninggalkan namja malang itu yang ternganga tak percaya.
Namja itu menjadi semakin sedih. Bayangkan saja, dongsaeng yang sudah lama tinggal dan bekerja dengannya bertahun-tahun malah lebih mengingat hari makan es krim sedunia daripada hari ulang tahunnya. Namja ini memang tak mengharapkan ucapan selamat (yah karena ga mau dibilang *** :p) tapi masa Eunhyuk lupa sih!
"Hyung! Hyung!" tiba-tiba datang namja lain yang berlari-lari heboh sambil membawa PSP di tangannya.
"Yaa~ Kyuhyun! Jangan teriak-teriak! Ini sudah malam tau!" protesnya pada namja nakal yang mendapat julukan 'evil' dari mereka semua.
"Begini Hyung!" sambung Kyu tanpa mempedulikan nasehat namja itu, "sebentar lagi 1 Juli lohhh! 1 Juli lohh! 1 Juli lohh!" teriaknya alay sambil ber-echo ria.
"Lalu?" sambung namja itu penuh harap.
"Lalu?! Hyung bilang 'lalu'? Ya ampun Hyung besok kan hari penting! Besok ada event main game online gratis seharian di warnet depan dorm! Masa Hyung tidak tau? Payah! Ehh iya, Hyung! Tolong nyalakan gensetnya ya... Aku mau main game tapi lampunya mati. Tolong ya, Hyung!" teriaknya tanpa mempedulikan wajah namja yang makin malang tersebut.
"Tadi es krim! Sekarang game! Apa lagi sekarang hahh!" teriak namja itu putus asa ke arah langit malam.
Dan keributan selanjutnya berlanjut dengan tingkah kawan-kawan sedormnya yang makin aneh saja.
"Hyuuung! Es krim! Pesta!"
"Dubidamdubidam..."
"Leeteuk! Heebum mau spa! Jangan ribut!"
"Hyung! Nyalakan gensetnyaaa!"
"Leeteuk! Mana catok dan hairdryerku!"
"Cubidubidu...."
"Hyung aku mau kereta api!"
"Hyung! Donghae pup di kamar!"
"Tralalalalala....."
"Hyung aku mau tiket konser YUI di Hongkong!" *wkwkwk*
"Hyung..."
"DIAAAAAAAAAAM! ALAY LO SEMUA! *?*
Namja itu berteriak kecewa lalu membanting pintu kamarnya. Ia tak percaya tak ada member SJ yang mengingat hari ulang tahun leader mereka, Leeteuk!
"Kenapa sih mereka seperti itu? Hiks..." ratap Leeteuk.
Tanpa disadari oleh Leeteuk, tiba-tiba tubuhnya diselimuti oleh cahaya aneh. Dan cahaya itu mulai menerbangkan dirinya ke arah langit, menuju ke bintang kedua pada sudut kanan langit.
Dan saat ia membuka mata karena lelah menangis, ia mendapati dirinya melayang di udara, dengan bubuk bersinar yang mengantarnya makin ke atas.. ke atas.. dan..
"Gyahhhhhhhhh!"

*bersambung*

Jumat, 08 April 2011

White Lies..

Sulit untuk mengucapkan kata perpisahan padamu
Aku tau.
Walau seandainya aku bisa melakukannya secara berani
Tapi tentu saja mataku takkan bisa berkompromi dengan hal itu
Mata tak bisa berbohong, kan?

Maka inilah yang kulakukan
Tetap disisimu, berebut oksigen yang harusnya jadi sesuatu yang sangat kudamba di masa depan
Melewati hari yang semestinya menjadi semakin menakutkan tuk dijalani
Tapi begitulah, disisimu adalah tawa.
Disisimu adalah bahagia.
Disisimu adalah kekuatan.

Kau lantas berkata, "aku ingin seperti ini selamanya.. bersamamu..
Menggenggam tanganmu disaat kau bahagia.. bahkan di saat air matamu mulai berjatuhan.. Aku ingin jadi teman hidupmu selamanya.."
Dan tak ada hal lain yang bisa kulakukan selain tersenyum
Bukankah itu lebih mudah daripada menangis dan akhirnya harus mengungkap semuanya?

Namun kenyataan adalah hal yang tak bisa kutolak
Semuanya menjadi semakin memburuk
Dan aku lelah menciptakan kebohongan-kebohongan lain
Agar dirimu tak terus bertanya "ada apa?"

Karena itulah kuputuskan tuk sejenak menghilang dari sisimu
Berharap saat ini takkan lama
Tapi aku tau memang ini takkan selama yang kupikirkan
Karena hari itu semakin dekat
Semakin pekat mengelilingi hari-hari yang kulalui tanpamu
Lebih pekat dari bau rumah sakit

Dan bila saat itu tiba, kuharap takkan ada kata "mengapa?"
Dan semua kata yang terjebak dalam diam
Anggaplah sebagai kebohongan putih yang tak harus terucapkan..

Sabtu, 26 Maret 2011

FF : My Only Sea... *Part V*

Bosan.
Kata itu terus menggema di kepalaku sejak rombongan kami tiba di Jeju. Jeju memang indah, sangat cocok untuk liburan. Tapi entah kenapa aku merasa bosan disini. Rasa-rasanya aku ingin menyelinap pulang ke dorm, atau berkunjung ke tempat lain yang bisa membuatku tidak bosan.
Seperti hari ini, aku menatap pantai melalui beranda kamar hotel tempat kami menginap. Dengan mata yang hampir tertutup, terkantuk-kantuk, menatap kosong ke arah langit.
"Bosaaaaan........" aku mengeluh panjang dan menghela nafas. Apa yang harus kulakukan sekarang?
"Jalan-jalan saja..." tiba-tiba terdengar suara Leeteuk hyung dibelakangku.
"Ahh, hyung! Kapan kau pulang? Apakah kalian sudah selesai mensurvey area konser?"
"Belum, aku pulang duluan karena lelah. Kau tau kan aku belum tidur dari kemarin?" sambungnya lagi sambil menarik kursi di sampingku.
"Aishh... Bukan hanya dari kemarin, tapi kemarin dari kemarin dan kemarinnya lagi. Jangan terlalu memaksakan diri, hyung. Kau harus menjaga kesehatan," kataku menasehati.
"Hei, sejak kapan kau mulai bertingkah secerewet ini? Atau..." kata-katanya terhenti, seiring dengan senyum nakalnya yang khas.
"Atau? Atau apa?"
Leeteuk hyung mendekatkan wajahnya padaku dan berbisik, "... atau kau ingin menggantikan posisi Kang In sebagai uri nampyeon?"
"Yaaaaaa, hyung! Aishh... Ya sudah! Aku pergi jalan-jalan saja!" teriakku akhirnya, meninggalkan Leeteuk hyung yang tertawa-tawa.

*******
"Kiri? Ahh... Tidak, tidak... Kanan? Gahhh!" Siwon menggaruk-garuk kepalanya. Ia tak tau harus kemana saat ini. Perlengkapan penyamarannya sudah lengkap, topi, kacamata, sweater dan penutup muka (bila diperlukan), serta kamera kesayangannya, semuanya sudah ia bawa. Masalahnya adalah, harus kemanakah ia sekarang? Tapi pertanyaannya terjawab oleh bunyi perutnya yang bergemuruh.
"Cari makan dulu..." katanya lalu berjalan ke kedai makanan terdekat. Setelah memesan semangkok sup dan nasi beserta sapi panggang, Siwon berjalan ke arah sebuah meja yang mengarah ke jalanan. Kendaraan serta penduduk yang hilir mudik di depannya menjadi hiburan tersendiri baginya sembari menunggu pesanannya datang. Tapi, tunggu... Bukankah hari ini terlihat lebih ramai dari biasanya?
"Sup dan nasi dengan lauk sapi panggang..." suara pelayan tiba-tiba membuyarkan lamunannya.
"Ahh... Terima kasih," kata Siwon sambil tersenyum.
"Ya, selamat menikmati."
"Baiklah..." kata Siwon lagi lalu mulai menyantap makanannya. "Ahh, ya... Kenapa hari ini ramai sekali, Pak? Apa ada perayaan atau semacamnya?"
Pelayan itu berbalik dan menjawab, "Ohh, hari ini ada konser dari penyanyi Jepang. Tempatnya di sekitar pantai itu..." kata pelayan itu sambil menunjuk-nunjuk ke arah pantai.
"Oh, begitu..." kata Siwon sambil lalu, kemudian melanjutkan makannya lagi. "Sepertinya menarik..." batinnya dalam hati, tapi mendengar kata Jepang kembali mengingatkannya pada gadis monyet yang bertemu dengannya kemarin, "Apa aku kesana saja? Mungkin ia ada disana.."
Begitulah, setelah melahap habis makanannya Siwon langsung beranjak ke tempat yang dimaksud oleh pelayan tadi. Dan benar saja, gadis itu ada disana. Di atas panggung. Pucat pasi melihat penonton yang berteriak-teriak menyuruhnya turun. Lama-lama jengah juga melihatnya.

"Yaa~ Monyet jembatan!" teriak Siwon akhirnya. "Tak usah pikirkan hal lain! Menyanyi saja!" sambungnya lagi.

Ia menatap Siwon cukup lama, terlihat bingung dengan kehadiran pria menyebalkan itu disini. Tapi akhirnya hal yang dilakukan gadis itu pada detik selanjutnya malah membuat Siwon sesak nafas. Gadis itu tersenyum padanya, senyum termanis yang pernah ia lihat. Dan nyanyian gadis itu malah lebih memperparah suplay oksigen yang masuk ke paru-parunya. Suaranya sangat lembut! Berbeda saat ia berteriak-teriak beberapa hari yang lalu. "Astaga! Kendalikan dirimu, Choi Siwon!" bentak Siwon dalam hati.
Alunan musik terhenti tepat saat Siwon sudah berhasil menguasai dirinya lagi. Dengan semangat ia mengepalkan tangannya tinggi-tinggi agar terlihat oleh gadis itu dan berteriak, "you did it!" membuat gadis itu tersenyum lagi. Dan... Sepertinya sesak nafas itu datang lagi. Lebih parah dari sebelumnya.

*******

to be continued.......

Senin, 14 Maret 2011

Di Ujung Jalan Itu.. (Song)

*A Em Bm D
A Em Bm D

A
Sayup.. Kudengar
Em F#
isakmu..
Bm
Tiada suka tersisa
D
Tiada tawa bernaung
E
Rapuh..

A
Lambat.. Matamu
Em F#
menutup..
Bm
Sesal bukan inginmu
D
Tangis bukan harapmu
E
Hampa..


F#m
Bintang malam tak
A
membawa jawaban
Bm
Sesakmu masih diam
E
menetap
F#m
Apakah esok kan
A
hadir senyuman?
Bm
Mentari kan datang,
D
kan temukan jalan
E
bagimu..

A
Di ujung jalan itu,
Em
kau bertahan
Bm
Menanti bahagia yang
G
mungkin tersesat
A
Hingga kilau pagi
Em
kian merayap
Bm
Kau menanti dan

menanti
G
dalam sesak
A
Tegarlah..

A Em Bm D
A Em Bm D E

F#m
Esok kini tlah datang
A
menghampiri
Bm
Imajimu perlahan
E
menari
F#m
Cahaya pagi
A
memenuhi mimpi
Bm
Kini berdirilah,
D
mulai
satu langkah
E
berani

A
Di ujung jalan itu,
Em
kaupun bangkit
Bm
Menatap sia-sia jalan
G
buntu ini
A
Dingin malam sepi tlah
Em
terlewati
Bm
Tangis sesal kini
G
takkan penuhi hari

A
Di ujung jalan itu,
Em
kau bertahan
Bm
Menanti bahagia yang
G
mungkin tersesat
A
Hingga kilau pagi
Em
kian merayap
Bm
Kau menanti dan
G
menanti dalam sesak
A Em
Tersenyumlah..
Bm D
Tersenyumlah..
A Em
Tersenyumlah..
Bm D
Tersenyumlah..

* A

Minggu, 20 Februari 2011

Sometimes.. Someone (Indo. Ver) Piano : Yiruma, Lyric : Me

Kadang ada..
Seseorang yang ingin melihatmu tersenyum
Hari ini, saat ini, bahkan selamanya
Terus mengingatmu
Di dalam hatinya
Hanya ada kamu

Kadang ada..
Seseorang yang ingin jadi teman hidupmu
Dalam setiap sedihmu, dan dalam sukamu
Menggenggam tanganmu
Selamanya kan
Ada disisimu

Kadang ada..
Seseorang yang rela menghabiskan hidupnya
Dengan setiap nafas yang ia miliki
Terus menjagamu
Terus menopangmu
Kan slalu setia

Kadang ada..
Seseorang yang tak harus kau balas budinya
Tapi akan selalu menjadi sandaranmu
Di saat kau lelah
Dan saat kau goyah
Dia slalu ada

Kadang ada..
Seseorang yang ingin kau tahu ia ada
Dalam setiap realita atau mimpimu
Inginkan sayangmu
Tanpa engkau tahu
Terus menunggumu

Kadang ada..
Seseorang yang tak mampu katakan sayangnya
Dan hanya bisa ungkapkan semua rasanya
Dalam sebuah lagu
Akankah kau tahu
Seseorang itu..

Aku..

Sabtu, 19 Februari 2011

Dream a Little Dream of Me.. (Piano by Yiruma, Lyric by Me)

Dream a little dream of me
When you sleep in the night
With a thousand light of star, be your shelter
Dream a little dream of me..

(Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku
Saat kau terlelap di kala malam
Bersama ribuan cahaya bintang, menaungimu
Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku..)

Dream a little dream of me
Just a plain dream
That can remind you about me
Dream a little dream of me..

(Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku
Cukup sebuah mimpi sederhana
Yang dapat mengingatkanmu tentangku
Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku..)

*
And i wish there'll be a smile from you
When you awake from a dream of me
Will you remember that?
It means so much to me, my friend..

(Dan kuharap akan ada senyum darimu
Saat kau terjaga dari mimpi tentangku
Akankah kau mengingatnya?
Itu sangat berarti bagiku, sahabatku..)

Dream a little dream of me
When i'm not on your side
Maybe today, or maybe tomorrow
Dream a little dream of me..

(Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku
Saat ku tak berada disisimu
Mungkin hari ini, atau mungkin besok
Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku..)

Dream a little dream of me..

(Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku..)