Jumat, 17 Juli 2026

Hari Aku Memilih tidak Memotret

Hari ini, setelah sempat ragu apakah harus memotret atau tidak, seekor burung terbang tepat saat aku mengangkat kamera dan hendak membidiknya. Dari atap kafe tempatku duduk, aku melihatnya terbang perlahan menuju ilalang. Ke sana dan ke mari, bebas menikmati ruangnya sendiri. Lalu aku berpikir, burung memang terlahir untuk terbang.

Mungkin tidak menangkapnya dalam bingkai foto adalah hal yang tepat. Kamera memang bisa merekam kenangan, tetapi tidak selalu bisa menyimpan perasaan. Terkadang, ketika tangan kita tidak sibuk meraih kamera, kita justru benar-benar hadir, menyaksikan apa yang ada di depan mata.

Hari ini, aku memilih membiarkan burung itu tetap bebas terbang. Tidak ada foto yang tersimpan, tetapi hatiku tetap tenang. Sebab, ada keindahan yang memang hadir hanya untuk sesaat. Bukan untuk dimiliki, melainkan untuk disyukuri ketika ia datang.

Mungkin hari ini, burung itu bukan datang untuk menjadi objek foto. Ia singgah hanya untuk mengingatkanku bahwa menikmati sesuatu apa adanya adalah salah satu cara paling sederhana untuk menghargai kehidupan.