Bosan.
Kata itu terus menggema di kepalaku sejak rombongan kami tiba di Jeju. Jeju memang indah, sangat cocok untuk liburan. Tapi entah kenapa aku merasa bosan disini. Rasa-rasanya aku ingin menyelinap pulang ke dorm, atau berkunjung ke tempat lain yang bisa membuatku tidak bosan.
Seperti hari ini, aku menatap pantai melalui beranda kamar hotel tempat kami menginap. Dengan mata yang hampir tertutup, terkantuk-kantuk, menatap kosong ke arah langit.
"Bosaaaaan........" aku mengeluh panjang dan menghela nafas. Apa yang harus kulakukan sekarang?
"Jalan-jalan saja..." tiba-tiba terdengar suara Leeteuk hyung dibelakangku.
"Ahh, hyung! Kapan kau pulang? Apakah kalian sudah selesai mensurvey area konser?"
"Belum, aku pulang duluan karena lelah. Kau tau kan aku belum tidur dari kemarin?" sambungnya lagi sambil menarik kursi di sampingku.
"Aishh... Bukan hanya dari kemarin, tapi kemarin dari kemarin dan kemarinnya lagi. Jangan terlalu memaksakan diri, hyung. Kau harus menjaga kesehatan," kataku menasehati.
"Hei, sejak kapan kau mulai bertingkah secerewet ini? Atau..." kata-katanya terhenti, seiring dengan senyum nakalnya yang khas.
"Atau? Atau apa?"
Leeteuk hyung mendekatkan wajahnya padaku dan berbisik, "... atau kau ingin menggantikan posisi Kang In sebagai uri nampyeon?"
"Yaaaaaa, hyung! Aishh... Ya sudah! Aku pergi jalan-jalan saja!" teriakku akhirnya, meninggalkan Leeteuk hyung yang tertawa-tawa.
*******
"Kiri? Ahh... Tidak, tidak... Kanan? Gahhh!" Siwon menggaruk-garuk kepalanya. Ia tak tau harus kemana saat ini. Perlengkapan penyamarannya sudah lengkap, topi, kacamata, sweater dan penutup muka (bila diperlukan), serta kamera kesayangannya, semuanya sudah ia bawa. Masalahnya adalah, harus kemanakah ia sekarang? Tapi pertanyaannya terjawab oleh bunyi perutnya yang bergemuruh.
"Cari makan dulu..." katanya lalu berjalan ke kedai makanan terdekat. Setelah memesan semangkok sup dan nasi beserta sapi panggang, Siwon berjalan ke arah sebuah meja yang mengarah ke jalanan. Kendaraan serta penduduk yang hilir mudik di depannya menjadi hiburan tersendiri baginya sembari menunggu pesanannya datang. Tapi, tunggu... Bukankah hari ini terlihat lebih ramai dari biasanya?
"Sup dan nasi dengan lauk sapi panggang..." suara pelayan tiba-tiba membuyarkan lamunannya.
"Ahh... Terima kasih," kata Siwon sambil tersenyum.
"Ya, selamat menikmati."
"Baiklah..." kata Siwon lagi lalu mulai menyantap makanannya. "Ahh, ya... Kenapa hari ini ramai sekali, Pak? Apa ada perayaan atau semacamnya?"
Pelayan itu berbalik dan menjawab, "Ohh, hari ini ada konser dari penyanyi Jepang. Tempatnya di sekitar pantai itu..." kata pelayan itu sambil menunjuk-nunjuk ke arah pantai.
"Oh, begitu..." kata Siwon sambil lalu, kemudian melanjutkan makannya lagi. "Sepertinya menarik..." batinnya dalam hati, tapi mendengar kata Jepang kembali mengingatkannya pada gadis monyet yang bertemu dengannya kemarin, "Apa aku kesana saja? Mungkin ia ada disana.."
Begitulah, setelah melahap habis makanannya Siwon langsung beranjak ke tempat yang dimaksud oleh pelayan tadi. Dan benar saja, gadis itu ada disana. Di atas panggung. Pucat pasi melihat penonton yang berteriak-teriak menyuruhnya turun. Lama-lama jengah juga melihatnya.
"Yaa~ Monyet jembatan!" teriak Siwon akhirnya. "Tak usah pikirkan hal lain! Menyanyi saja!" sambungnya lagi.
Ia menatap Siwon cukup lama, terlihat bingung dengan kehadiran pria menyebalkan itu disini. Tapi akhirnya hal yang dilakukan gadis itu pada detik selanjutnya malah membuat Siwon sesak nafas. Gadis itu tersenyum padanya, senyum termanis yang pernah ia lihat. Dan nyanyian gadis itu malah lebih memperparah suplay oksigen yang masuk ke paru-parunya. Suaranya sangat lembut! Berbeda saat ia berteriak-teriak beberapa hari yang lalu. "Astaga! Kendalikan dirimu, Choi Siwon!" bentak Siwon dalam hati.
Alunan musik terhenti tepat saat Siwon sudah berhasil menguasai dirinya lagi. Dengan semangat ia mengepalkan tangannya tinggi-tinggi agar terlihat oleh gadis itu dan berteriak, "you did it!" membuat gadis itu tersenyum lagi. Dan... Sepertinya sesak nafas itu datang lagi. Lebih parah dari sebelumnya.
*******
to be continued.......
Sabtu, 26 Maret 2011
Senin, 14 Maret 2011
Di Ujung Jalan Itu.. (Song)
*A Em Bm D
A Em Bm D
A
Sayup.. Kudengar
Em F#
isakmu..
Bm
Tiada suka tersisa
D
Tiada tawa bernaung
E
Rapuh..
A
Lambat.. Matamu
Em F#
menutup..
Bm
Sesal bukan inginmu
D
Tangis bukan harapmu
E
Hampa..
F#m
Bintang malam tak
A
membawa jawaban
Bm
Sesakmu masih diam
E
menetap
F#m
Apakah esok kan
A
hadir senyuman?
Bm
Mentari kan datang,
D
kan temukan jalan
E
bagimu..
A
Di ujung jalan itu,
Em
kau bertahan
Bm
Menanti bahagia yang
G
mungkin tersesat
A
Hingga kilau pagi
Em
kian merayap
Bm
Kau menanti dan
menanti
G
dalam sesak
A
Tegarlah..
A Em Bm D
A Em Bm D E
F#m
Esok kini tlah datang
A
menghampiri
Bm
Imajimu perlahan
E
menari
F#m
Cahaya pagi
A
memenuhi mimpi
Bm
Kini berdirilah,
D
mulai
satu langkah
E
berani
A
Di ujung jalan itu,
Em
kaupun bangkit
Bm
Menatap sia-sia jalan
G
buntu ini
A
Dingin malam sepi tlah
Em
terlewati
Bm
Tangis sesal kini
G
takkan penuhi hari
A
Di ujung jalan itu,
Em
kau bertahan
Bm
Menanti bahagia yang
G
mungkin tersesat
A
Hingga kilau pagi
Em
kian merayap
Bm
Kau menanti dan
G
menanti dalam sesak
A Em
Tersenyumlah..
Bm D
Tersenyumlah..
A Em
Tersenyumlah..
Bm D
Tersenyumlah..
* A
A Em Bm D
A
Sayup.. Kudengar
Em F#
isakmu..
Bm
Tiada suka tersisa
D
Tiada tawa bernaung
E
Rapuh..
A
Lambat.. Matamu
Em F#
menutup..
Bm
Sesal bukan inginmu
D
Tangis bukan harapmu
E
Hampa..
F#m
Bintang malam tak
A
membawa jawaban
Bm
Sesakmu masih diam
E
menetap
F#m
Apakah esok kan
A
hadir senyuman?
Bm
Mentari kan datang,
D
kan temukan jalan
E
bagimu..
A
Di ujung jalan itu,
Em
kau bertahan
Bm
Menanti bahagia yang
G
mungkin tersesat
A
Hingga kilau pagi
Em
kian merayap
Bm
Kau menanti dan
menanti
G
dalam sesak
A
Tegarlah..
A Em Bm D
A Em Bm D E
F#m
Esok kini tlah datang
A
menghampiri
Bm
Imajimu perlahan
E
menari
F#m
Cahaya pagi
A
memenuhi mimpi
Bm
Kini berdirilah,
D
mulai
satu langkah
E
berani
A
Di ujung jalan itu,
Em
kaupun bangkit
Bm
Menatap sia-sia jalan
G
buntu ini
A
Dingin malam sepi tlah
Em
terlewati
Bm
Tangis sesal kini
G
takkan penuhi hari
A
Di ujung jalan itu,
Em
kau bertahan
Bm
Menanti bahagia yang
G
mungkin tersesat
A
Hingga kilau pagi
Em
kian merayap
Bm
Kau menanti dan
G
menanti dalam sesak
A Em
Tersenyumlah..
Bm D
Tersenyumlah..
A Em
Tersenyumlah..
Bm D
Tersenyumlah..
* A
Minggu, 20 Februari 2011
Sometimes.. Someone (Indo. Ver) Piano : Yiruma, Lyric : Me
Kadang ada..
Seseorang yang ingin melihatmu tersenyum
Hari ini, saat ini, bahkan selamanya
Terus mengingatmu
Di dalam hatinya
Hanya ada kamu
Kadang ada..
Seseorang yang ingin jadi teman hidupmu
Dalam setiap sedihmu, dan dalam sukamu
Menggenggam tanganmu
Selamanya kan
Ada disisimu
Kadang ada..
Seseorang yang rela menghabiskan hidupnya
Dengan setiap nafas yang ia miliki
Terus menjagamu
Terus menopangmu
Kan slalu setia
Kadang ada..
Seseorang yang tak harus kau balas budinya
Tapi akan selalu menjadi sandaranmu
Di saat kau lelah
Dan saat kau goyah
Dia slalu ada
Kadang ada..
Seseorang yang ingin kau tahu ia ada
Dalam setiap realita atau mimpimu
Inginkan sayangmu
Tanpa engkau tahu
Terus menunggumu
Kadang ada..
Seseorang yang tak mampu katakan sayangnya
Dan hanya bisa ungkapkan semua rasanya
Dalam sebuah lagu
Akankah kau tahu
Seseorang itu..
Aku..
Seseorang yang ingin melihatmu tersenyum
Hari ini, saat ini, bahkan selamanya
Terus mengingatmu
Di dalam hatinya
Hanya ada kamu
Kadang ada..
Seseorang yang ingin jadi teman hidupmu
Dalam setiap sedihmu, dan dalam sukamu
Menggenggam tanganmu
Selamanya kan
Ada disisimu
Kadang ada..
Seseorang yang rela menghabiskan hidupnya
Dengan setiap nafas yang ia miliki
Terus menjagamu
Terus menopangmu
Kan slalu setia
Kadang ada..
Seseorang yang tak harus kau balas budinya
Tapi akan selalu menjadi sandaranmu
Di saat kau lelah
Dan saat kau goyah
Dia slalu ada
Kadang ada..
Seseorang yang ingin kau tahu ia ada
Dalam setiap realita atau mimpimu
Inginkan sayangmu
Tanpa engkau tahu
Terus menunggumu
Kadang ada..
Seseorang yang tak mampu katakan sayangnya
Dan hanya bisa ungkapkan semua rasanya
Dalam sebuah lagu
Akankah kau tahu
Seseorang itu..
Aku..
Sabtu, 19 Februari 2011
Dream a Little Dream of Me.. (Piano by Yiruma, Lyric by Me)
Dream a little dream of me
When you sleep in the night
With a thousand light of star, be your shelter
Dream a little dream of me..
(Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku
Saat kau terlelap di kala malam
Bersama ribuan cahaya bintang, menaungimu
Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku..)
Dream a little dream of me
Just a plain dream
That can remind you about me
Dream a little dream of me..
(Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku
Cukup sebuah mimpi sederhana
Yang dapat mengingatkanmu tentangku
Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku..)
*
And i wish there'll be a smile from you
When you awake from a dream of me
Will you remember that?
It means so much to me, my friend..
(Dan kuharap akan ada senyum darimu
Saat kau terjaga dari mimpi tentangku
Akankah kau mengingatnya?
Itu sangat berarti bagiku, sahabatku..)
Dream a little dream of me
When i'm not on your side
Maybe today, or maybe tomorrow
Dream a little dream of me..
(Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku
Saat ku tak berada disisimu
Mungkin hari ini, atau mungkin besok
Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku..)
Dream a little dream of me..
(Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku..)
When you sleep in the night
With a thousand light of star, be your shelter
Dream a little dream of me..
(Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku
Saat kau terlelap di kala malam
Bersama ribuan cahaya bintang, menaungimu
Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku..)
Dream a little dream of me
Just a plain dream
That can remind you about me
Dream a little dream of me..
(Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku
Cukup sebuah mimpi sederhana
Yang dapat mengingatkanmu tentangku
Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku..)
*
And i wish there'll be a smile from you
When you awake from a dream of me
Will you remember that?
It means so much to me, my friend..
(Dan kuharap akan ada senyum darimu
Saat kau terjaga dari mimpi tentangku
Akankah kau mengingatnya?
Itu sangat berarti bagiku, sahabatku..)
Dream a little dream of me
When i'm not on your side
Maybe today, or maybe tomorrow
Dream a little dream of me..
(Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku
Saat ku tak berada disisimu
Mungkin hari ini, atau mungkin besok
Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku..)
Dream a little dream of me..
(Mimpikan sebuah mimpi kecil tentangku..)
Senin, 14 Februari 2011
FF : Shibuya Baengshin.. Before we meet again in Jeju.. (Cerita Lepas "My Only Sea")
Shibuya, penuh dgn penduduk yang lalu lalang. Pegawai, murid2 SMA, gadis2 dgn dandanan mencolok, n masih banyak lagi saling melewati satu sama lain. Tiba2 seorang pria dgn rambut blondenya berlari tergesa2 di tengah keramaian.
"Minggir!!"
"Oppa! Heechul oppa!!" gadis2 dgn light stick biru mengejarnya sambil berteriak2 histeris.
"Minggir! Kumohon minggir! Ohh, tidak!" Heechul berteriak putus asa saat ia melihat kerumunan gadis lain menghadangnya dari arah berlawanan. "Sial.." ia memutar arah ke kanan n mulai berlari lagi. Kerumunan gadis yg mengejarnya makin banyak saja. "Aah! Ini bukan salahku! Orangtuaku yg menciptakan wajah ini!" teriaknya sambil terus berlari. Sekejap muncul cahaya dari langit n bunga sakura bertebaran di udara. Heechul berpose.
"Oppa! Jangan lari, Oppa! We love u!" gadis2 itu makin menggila. Heechul berlari lagi. N matanya berbinar2 saat melihat ada photobox di depannya. Sembunyi!
"Hei! Apa yg kaulakukan!" seorang gadis kecil berteriak saat Heechul masuk ke dalam photobox itu.
"Ssst! Diam, adik kecil.. Aku sedang bersembunyi dari fansku. Nanti kau foto2 lagi saja ya setelah aku pergi.." sahut Heechul sambil mengintip dari balik tirai photobox, berharap mudah2an saja fans2nya sudah pergi.
"Adik kecil katamu! Aku sudah 20 tahun tau!" teriak gadis itu murka.
Heechul menoleh ke arah gadis kecil itu n menatapnya dari ujung kaki sampai ujung kepala. Tingginya tak sampai 160 n ia benar2 terlihat seperti anak SD.
"20?" tanya Heechul tak percaya.
"Mmm!" jawab gadis itu sambil berkacak pinggang.
"Benar2 20 tahun?" tanyanya lagi.
"Tentu saja! Kau mau lihat KTPku hahh?!"
"Bwahahahaha!" tawa Heechul pecah. Ia tertawa sambil menunjuk2 ke arah gadis itu.
"Kau menyebalkan!" gadis itu berteriak n berlari keluar dari photobox.
"Bhhph..Bwahahaha!Hei..Jangan pergi..Aku cuma bercanda.." Heechul keluar dari dalam photobox n berusaha untuk membujuk gadis tadi, tapi langkahnya terhenti saat melihat hasil foto (tidak jelas) mereka yg sempat terambil tadi.
"Yahahah! Benar2 seperti anak SD! Bwahaha.. haha.. hahhh.. Baiklah.." Heechul menghentikan tawanya saat melihat gadis itu menatapnya dgn tatapan membunuh.
***
"Kenapa kau mengekoriku terus!" gerutu gadis itu pada Heechul.
"Tidak..Aku tidak mengekorimu. Kebetulan hotelku juga ke arah sini.."
"Bohong!" sahut gadis itu curiga.
"Hei..Untuk apa aku berbohong padamu. Tak ada gunanya juga untukku kan?"
"Kau bohong! Aku tau itu!"
"Ya sudah kalau kau tak percaya," jawab Heechul santai. "Ngomong2.. Itu kotak gitar kan? Kau street performer?"
"Bukan urusanmu," jawab gadis itu dingin.
"Ok..Ok, man..That's fine..Yo..Yo..What's up, man.." Heechul membalas ala rapper berkulit hitam.
"Haha..I'm not man.." gadis itu tertawa garing.
"Baiklah.." Heechul menyerah, ia mengangkat kedua tangannya seperti buronan polisi. "Lalu..Kau mau kemana?"
"Bukan urusanmu juga.." jawab gadis itu lagi. Nada suaranya lebih dingin dari sebelumnya.
Heechul mengacungkan kedua jempolnya tanda mengiyakan, lebih baik diam saja daripada dibantai.
"Yg benar saja.. Kau mau aku diserang fans ya?" gerutu Heechul sambil menunjuk papan "Taman Ria". Ya, mereka memang ke taman ria, lebih tepatnya Heechul mengikuti gadis itu sampai ke taman ria.
"Fans? Memangnya kau siapa? Lagipula siapa yg menyuruhmu mengikutiku sampai kemari.." jawab gadis itu cuek.
"Hei..Kali ini kau keterlaluan. Jadi kau tak mengenalku yg populer ini? Dirumahmu ada TV tidak, sih? Aku Heechul!" Heechul, narsis seperti biasa.
"Aku miwa, lalu kenapa?" gadis itu cuek saja dgn kenarsisan Heechul, ia malah membeli karcis bom-bom-car (maaf bila ada kesalahan penulisan).
"Hei! Jangan pergi! Hei!" mau tak mau Heechul membeli karcis juga. Hal itu berlanjut dgn permainan2 selanjutnya (yg terakhir adalah roller coaster n Heechul sempat pingsan setelah naik wahana tersebut 3 kali berturut2 bersama miwa.
)
"Dasar payah.." ledek miwa padanya setelah ia sadar.
"Hahh..Cuma alien yg tahan naik roller coaster 3 kali berturut2.." jawab Heechul masih kelelahan.
"Karena itu kubilang jangan ikuti aku.." miwa berdiri n berjalan meninggalkan Heechul.
"Hei! Kau mau kemana, hei! Ya sudah! Terserah kau mau kemana! Aku takkan mengikutimu lagi!!" teriaknya. Heechul menghela nafas perlahan. Sepintas ia mendengar pembicaraan 2 orang gadis yg mengamatinya dari loket karcis komidi putar. "Itu bukan Hee oppa, ahh. Mana mungkin oppa sedekil itu.." Heechul tersenyum mendengarnya. Baguslah kalau mereka tak mengenaliku!
"Coklat? Strawberry?"
"Heh?"
"Ya sudah Strawberry saja," sambung miwa sambil menyodorkan es krim strawberry ke arah Heechul.
"Coklat!" kata Heechul lalu menyambar es krim coklat dari tangan miwa. "Hei.. Jadi tadi kau beli es krim ya? Dasar.." Heechul tersenyum pada miwa, tapi miwa tetap saja cuek.
"Kenapa kau dingin sekali padaku.."
"Aku tak terlalu suka berbicara dgn orang asing, apalagi yg bergolongan darah AB."
"Heh? Darimana kau tau aku AB?" Heechul kebingungan.
"Tentu saja dari sikapmu. Apa lagi.."
Mereka tertawa bersama. Sesaat mereka saling bertatapan, n kemudian tersadar lalu saling membuang muka.
"Kalau dilihat2 ternyata kau manis juga," gumam Heechul hampir tak terdengar.
"Apa?"
"Kau manis," ulang Heechul sambil mengusap rambut miwa.
"Sou ka?"
"Kau manis..Seperti kucingku Baengshin.." sambung Heechul.
"Hahh!"
"Ya..Baengshin's Twins! Shibuya Baengshin!" tambah Heechul.
"Kau!" miwa menjitak Heechul. Lalu mereka tertawa bersama.
END..
"Minggir!!"
"Oppa! Heechul oppa!!" gadis2 dgn light stick biru mengejarnya sambil berteriak2 histeris.
"Minggir! Kumohon minggir! Ohh, tidak!" Heechul berteriak putus asa saat ia melihat kerumunan gadis lain menghadangnya dari arah berlawanan. "Sial.." ia memutar arah ke kanan n mulai berlari lagi. Kerumunan gadis yg mengejarnya makin banyak saja. "Aah! Ini bukan salahku! Orangtuaku yg menciptakan wajah ini!" teriaknya sambil terus berlari. Sekejap muncul cahaya dari langit n bunga sakura bertebaran di udara. Heechul berpose.
"Oppa! Jangan lari, Oppa! We love u!" gadis2 itu makin menggila. Heechul berlari lagi. N matanya berbinar2 saat melihat ada photobox di depannya. Sembunyi!
"Hei! Apa yg kaulakukan!" seorang gadis kecil berteriak saat Heechul masuk ke dalam photobox itu.
"Ssst! Diam, adik kecil.. Aku sedang bersembunyi dari fansku. Nanti kau foto2 lagi saja ya setelah aku pergi.." sahut Heechul sambil mengintip dari balik tirai photobox, berharap mudah2an saja fans2nya sudah pergi.
"Adik kecil katamu! Aku sudah 20 tahun tau!" teriak gadis itu murka.
Heechul menoleh ke arah gadis kecil itu n menatapnya dari ujung kaki sampai ujung kepala. Tingginya tak sampai 160 n ia benar2 terlihat seperti anak SD.
"20?" tanya Heechul tak percaya.
"Mmm!" jawab gadis itu sambil berkacak pinggang.
"Benar2 20 tahun?" tanyanya lagi.
"Tentu saja! Kau mau lihat KTPku hahh?!"
"Bwahahahaha!" tawa Heechul pecah. Ia tertawa sambil menunjuk2 ke arah gadis itu.
"Kau menyebalkan!" gadis itu berteriak n berlari keluar dari photobox.
"Bhhph..Bwahahaha!Hei..Jangan pergi..Aku cuma bercanda.." Heechul keluar dari dalam photobox n berusaha untuk membujuk gadis tadi, tapi langkahnya terhenti saat melihat hasil foto (tidak jelas) mereka yg sempat terambil tadi.
"Yahahah! Benar2 seperti anak SD! Bwahaha.. haha.. hahhh.. Baiklah.." Heechul menghentikan tawanya saat melihat gadis itu menatapnya dgn tatapan membunuh.
***
"Kenapa kau mengekoriku terus!" gerutu gadis itu pada Heechul.
"Tidak..Aku tidak mengekorimu. Kebetulan hotelku juga ke arah sini.."
"Bohong!" sahut gadis itu curiga.
"Hei..Untuk apa aku berbohong padamu. Tak ada gunanya juga untukku kan?"
"Kau bohong! Aku tau itu!"
"Ya sudah kalau kau tak percaya," jawab Heechul santai. "Ngomong2.. Itu kotak gitar kan? Kau street performer?"
"Bukan urusanmu," jawab gadis itu dingin.
"Ok..Ok, man..That's fine..Yo..Yo..What's up, man.." Heechul membalas ala rapper berkulit hitam.
"Haha..I'm not man.." gadis itu tertawa garing.
"Baiklah.." Heechul menyerah, ia mengangkat kedua tangannya seperti buronan polisi. "Lalu..Kau mau kemana?"
"Bukan urusanmu juga.." jawab gadis itu lagi. Nada suaranya lebih dingin dari sebelumnya.
Heechul mengacungkan kedua jempolnya tanda mengiyakan, lebih baik diam saja daripada dibantai.
"Yg benar saja.. Kau mau aku diserang fans ya?" gerutu Heechul sambil menunjuk papan "Taman Ria". Ya, mereka memang ke taman ria, lebih tepatnya Heechul mengikuti gadis itu sampai ke taman ria.
"Fans? Memangnya kau siapa? Lagipula siapa yg menyuruhmu mengikutiku sampai kemari.." jawab gadis itu cuek.
"Hei..Kali ini kau keterlaluan. Jadi kau tak mengenalku yg populer ini? Dirumahmu ada TV tidak, sih? Aku Heechul!" Heechul, narsis seperti biasa.
"Aku miwa, lalu kenapa?" gadis itu cuek saja dgn kenarsisan Heechul, ia malah membeli karcis bom-bom-car (maaf bila ada kesalahan penulisan).
"Hei! Jangan pergi! Hei!" mau tak mau Heechul membeli karcis juga. Hal itu berlanjut dgn permainan2 selanjutnya (yg terakhir adalah roller coaster n Heechul sempat pingsan setelah naik wahana tersebut 3 kali berturut2 bersama miwa.
)
"Dasar payah.." ledek miwa padanya setelah ia sadar.
"Hahh..Cuma alien yg tahan naik roller coaster 3 kali berturut2.." jawab Heechul masih kelelahan.
"Karena itu kubilang jangan ikuti aku.." miwa berdiri n berjalan meninggalkan Heechul.
"Hei! Kau mau kemana, hei! Ya sudah! Terserah kau mau kemana! Aku takkan mengikutimu lagi!!" teriaknya. Heechul menghela nafas perlahan. Sepintas ia mendengar pembicaraan 2 orang gadis yg mengamatinya dari loket karcis komidi putar. "Itu bukan Hee oppa, ahh. Mana mungkin oppa sedekil itu.." Heechul tersenyum mendengarnya. Baguslah kalau mereka tak mengenaliku!
"Coklat? Strawberry?"
"Heh?"
"Ya sudah Strawberry saja," sambung miwa sambil menyodorkan es krim strawberry ke arah Heechul.
"Coklat!" kata Heechul lalu menyambar es krim coklat dari tangan miwa. "Hei.. Jadi tadi kau beli es krim ya? Dasar.." Heechul tersenyum pada miwa, tapi miwa tetap saja cuek.
"Kenapa kau dingin sekali padaku.."
"Aku tak terlalu suka berbicara dgn orang asing, apalagi yg bergolongan darah AB."
"Heh? Darimana kau tau aku AB?" Heechul kebingungan.
"Tentu saja dari sikapmu. Apa lagi.."
Mereka tertawa bersama. Sesaat mereka saling bertatapan, n kemudian tersadar lalu saling membuang muka.
"Kalau dilihat2 ternyata kau manis juga," gumam Heechul hampir tak terdengar.
"Apa?"
"Kau manis," ulang Heechul sambil mengusap rambut miwa.
"Sou ka?"
"Kau manis..Seperti kucingku Baengshin.." sambung Heechul.
"Hahh!"
"Ya..Baengshin's Twins! Shibuya Baengshin!" tambah Heechul.
"Kau!" miwa menjitak Heechul. Lalu mereka tertawa bersama.
END..
Rabu, 09 Februari 2011
FF : My Only Sea... *Part IV*
"Jadi apa alasanmu kali ini?" Ikuta Toma, supir dlm perjalanan mereka mulai membuka pembicaraan. Ia memantau gerak-gerik Emi lewat kaca spion yg berada di atasnya.
"Hehe.." Emi tertawa kecil lalu menjulurkan lidahnya.
"Jgn 'hehe2' padaku. Cepat katakan alasanmu," sambungnya lagi.
"Sdhlah..Tak usah dibahas lagi, yg penting Emi chan sdh bersama kita lagi kan?" YUI yg duduk disamping Emi berusaha untuk menenangkan suasana.
"Tapi YUI san.."
"Hoahhmmm.." miwa menggeliat & merentangkan tangannya selebar mungkin. Tangannya sempat menyenggol kepala Tsuji Shion yg tertidur disampingnya (untung saja ia tdk terbangun, kalau tdk miwa pasti dimarahi habis2an.)
"Kau sdh sadar?"
"Mmm.." miwa mengerjap2kan matanya & menguap lagi.
"Baguslah, setdknya sdh tdk ada yg mengorok lagi.." sambung Toma lagi. Tapi miwa cuek saja dgn ledekannya itu.
"Tidurku lelap sekali tadi..Hoahmm..Aree..? Rie sudah kembali?" sambungnya ceria saat melihat Emi yg duduk tepat didepannya. Rie adalah panggilan khusus dari miwa untuk Emi, singkatan dari SaruwataRIEmi.
"Mmm.." jawab Emi pendek.
"Tadi kau kemana saja? Aku cemas sekali.." miwa berkata dgn mimik meyakinkan, tapi gaya bicaranya malah membuat Emi ingin tertawa.
"Jalan2 sore.." jawab Emi santai, tapi ia langsung menarik ucapannya saat dipelototi oleh Toma.
"Jalan2? Kenapa kau tak mengajakku? Aku kan juga ingin jalan2.."
"Berisik!" gumam Tsuji Shion tiba2, membuat miwa panik karena membuat si monster tidur terbangun.
"Ssst..Jgn berisik.." kata miwa hampir berbisik. Padahal dialah yg sebenarnya jadi biang keributan.
"Kembali ke topik..Jadi apa yg kau lakukan tadi saat menghilang dlm kemacetan?" Toma mulai menginterogasi Emi lagi, ia tak peduli dgn perkataan YUI yg tak mau membahas hal itu lagi & perkataan miwa supaya jgn berisik.
"Yah, jalan2. Sudah lama aku tak pergi ke pantai, kau tau itu kan, Oniichan?"
"Lalu pria tadi? Apa yg terjadi sampai ia harus menggendongmu?" tanya Toma dgn nada dingin yg tak berubah.
"Ahh..Ya..Itu Choi Siwon member Super Junior kan? Aku pernah bertemu dgnnya sekali saat konser mereka di Jepang. Jadi apa yg terjadi tadi?" YUI malah ikut2an bertanya.
"Anggap saja aku sdg sial." jwb Emi pendek.
"Itu tdk menjawab pertanyaanku. Apa yg kalian lakukan? Kenapa kakimu sampai terluka? Kau tau kan besok adalah debut pertamamu? Seharusnya kau menjaga kondisi tubuhmu agar selalu baik. Benar2..Bagaimana ka..Ufhpbh..Aphbh.." kata2 Toma terhenti tiba2. Yamashita Tomohisa (a.k.a Yamapi) membekap mulutnya.
"Menyetir yg benar.." katanya singkat lalu melanjutkan kegiatan yg dilakukannya sedari tadi. Membaca novel.
"KAU!" teriak Toma.
"BERISIK!" teriak Tsuji Shion lagi (kali ini dgn kesadaran penuh), bantal Spongebobnya melayang ke arah Toma.
*****
The day is coming.
Sorotan lampu berwarna-warni, melodi gitar, gedebuk drum & riuhnya penonton membuat hatiku makin tdk tenang. Hari ini adalah debut pertamaku. Tak seperti penyanyi Jepang lainnya, debutku dimulai di Jeju. Hal ini merupakan keputusan dari M san, managerku. Jadilah aku -bersama senior2 yg menjadi mentorku- berangkat menuju Jeju untuk melaksanakan konser.
"Sudah siap?" Shion san menepuk pundakku. Ia baru saja selesai tampil di panggung & tepukan penonton masih belum mereda. Apakah tepukan penonton juga akan semeriah itu padaku?
"Nee~ siap? Ganbatte!" sahutnya memberi semangat & langsung kusambut dgn anggukan, walaupun sebenarnya aku ingin segera kabur dari sini. Suara penonton yg ikut menyanyikan lagu It's My Life dari Neechan makin membuatku gugup, rasanya aku ingin menangis saat Oniichan (yg saat itu menjadi MC) memanggil namaku.
Penonton hening saat melihat sosok tak dikenal dgn kikuk memasuki panggung.
Aku menunduk, tak berani menatap penonton. Beberapa penonton mulai bosan lalu berteriak memintaku untuk turun dari panggung, membuat rasa percaya diriku makin menurun. Apa yg harus kulakukan?
"Yaa~ monyet jembatan!" suara seseorang yg tak asing berteriak dari arah penonton.
"Tak usah pikirkan hal lain! Bernyanyi saja!" teriaknya lagi.
Entahlah apa yg terjadi tapi nyatanya teriakan tadi malah menguatkan hatiku & membuatku mulai bernyanyi.
*Semua terasa seperti kemarin
Kita merentangkan kedua tangan
Berlari menirukan pesawat terbang
Janji indah di masa kecil
Mengaitkan jari, kau berkata :
"Teman selamanya, tak mustahil.."
Where are u now?
Aku lantas bertanya Pada sisi kosong bangku disampingku
Where are u now?
Aku juga bertanya
Pada langit yg tak lelah berganti warna
Tapi yg tersisa di kisah kita
Hanya
jejak pesawat yg dibentuk awan
Kuingin lupakan & relakan
Semua hal tentangmu, teman
Tapi kenangan takkan membuatnya mudah
Where are u now
?
Aku kini bertanya
Pada bayang yg kucipta sendiri
Where are u now?
Aku bertanya lagi
Pada langit yg tak lelah berganti warna
& yg tersisa di kisah kita
Hanya jejak pesawat yg dibentuk awan
Haruskah penantian ini berlanjut?
Kuatku bukan selamanya
Dimana kau? Dimana kau? Dengarkan..
Apakah "teman" hanya kan jadi kata saja?
(reff 1+2)*
Aku menyelesaikan laguku dgn cukup baik. Terbukti dgn tepukan riuh dari penonton. Tapi hal yg lebih membuatku tersenyum adalah pria bodoh dengan kamera yg menggantung di lehernya, yg mengangkat tinjunya tinggi2 ke udara & berteriak "you did it!"
Pria itu : Choi Siwon.
"Hehe.." Emi tertawa kecil lalu menjulurkan lidahnya.
"Jgn 'hehe2' padaku. Cepat katakan alasanmu," sambungnya lagi.
"Sdhlah..Tak usah dibahas lagi, yg penting Emi chan sdh bersama kita lagi kan?" YUI yg duduk disamping Emi berusaha untuk menenangkan suasana.
"Tapi YUI san.."
"Hoahhmmm.." miwa menggeliat & merentangkan tangannya selebar mungkin. Tangannya sempat menyenggol kepala Tsuji Shion yg tertidur disampingnya (untung saja ia tdk terbangun, kalau tdk miwa pasti dimarahi habis2an.)
"Kau sdh sadar?"
"Mmm.." miwa mengerjap2kan matanya & menguap lagi.
"Baguslah, setdknya sdh tdk ada yg mengorok lagi.." sambung Toma lagi. Tapi miwa cuek saja dgn ledekannya itu.
"Tidurku lelap sekali tadi..Hoahmm..Aree..? Rie sudah kembali?" sambungnya ceria saat melihat Emi yg duduk tepat didepannya. Rie adalah panggilan khusus dari miwa untuk Emi, singkatan dari SaruwataRIEmi.
"Mmm.." jawab Emi pendek.
"Tadi kau kemana saja? Aku cemas sekali.." miwa berkata dgn mimik meyakinkan, tapi gaya bicaranya malah membuat Emi ingin tertawa.
"Jalan2 sore.." jawab Emi santai, tapi ia langsung menarik ucapannya saat dipelototi oleh Toma.
"Jalan2? Kenapa kau tak mengajakku? Aku kan juga ingin jalan2.."
"Berisik!" gumam Tsuji Shion tiba2, membuat miwa panik karena membuat si monster tidur terbangun.
"Ssst..Jgn berisik.." kata miwa hampir berbisik. Padahal dialah yg sebenarnya jadi biang keributan.
"Kembali ke topik..Jadi apa yg kau lakukan tadi saat menghilang dlm kemacetan?" Toma mulai menginterogasi Emi lagi, ia tak peduli dgn perkataan YUI yg tak mau membahas hal itu lagi & perkataan miwa supaya jgn berisik.
"Yah, jalan2. Sudah lama aku tak pergi ke pantai, kau tau itu kan, Oniichan?"
"Lalu pria tadi? Apa yg terjadi sampai ia harus menggendongmu?" tanya Toma dgn nada dingin yg tak berubah.
"Ahh..Ya..Itu Choi Siwon member Super Junior kan? Aku pernah bertemu dgnnya sekali saat konser mereka di Jepang. Jadi apa yg terjadi tadi?" YUI malah ikut2an bertanya.
"Anggap saja aku sdg sial." jwb Emi pendek.
"Itu tdk menjawab pertanyaanku. Apa yg kalian lakukan? Kenapa kakimu sampai terluka? Kau tau kan besok adalah debut pertamamu? Seharusnya kau menjaga kondisi tubuhmu agar selalu baik. Benar2..Bagaimana ka..Ufhpbh..Aphbh.." kata2 Toma terhenti tiba2. Yamashita Tomohisa (a.k.a Yamapi) membekap mulutnya.
"Menyetir yg benar.." katanya singkat lalu melanjutkan kegiatan yg dilakukannya sedari tadi. Membaca novel.
"KAU!" teriak Toma.
"BERISIK!" teriak Tsuji Shion lagi (kali ini dgn kesadaran penuh), bantal Spongebobnya melayang ke arah Toma.
*****
The day is coming.
Sorotan lampu berwarna-warni, melodi gitar, gedebuk drum & riuhnya penonton membuat hatiku makin tdk tenang. Hari ini adalah debut pertamaku. Tak seperti penyanyi Jepang lainnya, debutku dimulai di Jeju. Hal ini merupakan keputusan dari M san, managerku. Jadilah aku -bersama senior2 yg menjadi mentorku- berangkat menuju Jeju untuk melaksanakan konser.
"Sudah siap?" Shion san menepuk pundakku. Ia baru saja selesai tampil di panggung & tepukan penonton masih belum mereda. Apakah tepukan penonton juga akan semeriah itu padaku?
"Nee~ siap? Ganbatte!" sahutnya memberi semangat & langsung kusambut dgn anggukan, walaupun sebenarnya aku ingin segera kabur dari sini. Suara penonton yg ikut menyanyikan lagu It's My Life dari Neechan makin membuatku gugup, rasanya aku ingin menangis saat Oniichan (yg saat itu menjadi MC) memanggil namaku.
Penonton hening saat melihat sosok tak dikenal dgn kikuk memasuki panggung.
Aku menunduk, tak berani menatap penonton. Beberapa penonton mulai bosan lalu berteriak memintaku untuk turun dari panggung, membuat rasa percaya diriku makin menurun. Apa yg harus kulakukan?
"Yaa~ monyet jembatan!" suara seseorang yg tak asing berteriak dari arah penonton.
"Tak usah pikirkan hal lain! Bernyanyi saja!" teriaknya lagi.
Entahlah apa yg terjadi tapi nyatanya teriakan tadi malah menguatkan hatiku & membuatku mulai bernyanyi.
*Semua terasa seperti kemarin
Kita merentangkan kedua tangan
Berlari menirukan pesawat terbang
Janji indah di masa kecil
Mengaitkan jari, kau berkata :
"Teman selamanya, tak mustahil.."
Where are u now?
Aku lantas bertanya Pada sisi kosong bangku disampingku
Where are u now?
Aku juga bertanya
Pada langit yg tak lelah berganti warna
Tapi yg tersisa di kisah kita
Hanya
jejak pesawat yg dibentuk awan
Kuingin lupakan & relakan
Semua hal tentangmu, teman
Tapi kenangan takkan membuatnya mudah
Where are u now
?
Aku kini bertanya
Pada bayang yg kucipta sendiri
Where are u now?
Aku bertanya lagi
Pada langit yg tak lelah berganti warna
& yg tersisa di kisah kita
Hanya jejak pesawat yg dibentuk awan
Haruskah penantian ini berlanjut?
Kuatku bukan selamanya
Dimana kau? Dimana kau? Dengarkan..
Apakah "teman" hanya kan jadi kata saja?
(reff 1+2)*
Aku menyelesaikan laguku dgn cukup baik. Terbukti dgn tepukan riuh dari penonton. Tapi hal yg lebih membuatku tersenyum adalah pria bodoh dengan kamera yg menggantung di lehernya, yg mengangkat tinjunya tinggi2 ke udara & berteriak "you did it!"
Pria itu : Choi Siwon.
Senin, 07 Februari 2011
Let Me be My Self.. (iseng2 bikin lagu) :)
Intro : Am C G Am C D 2x
Am C
Bosan
G
ku jadi bonekamu
Am C
Yang selalu
D
menuruti titahmu
Am C
Ku tak
G
selemah yang kau kira
Am C
Kau salah..
D
Kau salah..
Am C G Am C D
Am C
Buanglah
G
isi otak picikmu
Am C
Ku takkan
D
bisa tertipu lagi
Am C
Kau kira
G
aku sebodoh
Am C
prediksimu?
D
Tak mungkin..
Dm
Tak mungkin..
(-)
Dm
Tlah lelah dengan
C
semuanya
Dm
Dengar dan camkan yang ku
E
teriakkan..
Hey!
(*)
Am C
Let me be
G
my self
Am
Cukup sudah
C G
semua itu
Am C
Let me be
G
my self
Am C
Ku bukan tokoh game
G
favoritmu
Am C
Kau bukan dewa
Dm C
Kau bukan raja
Dm
Jangan atur
E Am
diriku
(Am C Dm C Dm E Am)
Am
Hey! Let me
G Am
be my self
Am C G Am C D 2x
Am C
Ku jenuh
G
jadi tamengmu
Am C
Yang menjagamu
D
kemanapun kau mau
Am C
Lihatlah
G
saja dirimu tanpa
Am C
hadirku
D
Kau lemah..
Dm
Kau kalah..
back to (-)
(**)
Am C
Let me be
G
my self
Am
Jangan coba
C G
menahanku
Am C
Let me be
G
my self
Am
Menyerahlah! Kau
C G
tak sekuat diriku
Am C
Kau bukan dewa
Dm C
Kau bukan raja
Dm
Jangan atur
E Am
diriku
(Am C Dm C Dm E Am)
Am G Am
Hey! Let me be my self
Am C G
Lalala~ Ku bukan
Am
bayanganmu
E
lagi
Am C G
Lalala~ Takkan jadi
Am
bayanganmu
Dm
lagi
Am C G
Lalala~ Kau takkan
Am
bisa.. Takkan
E
bisa
Am C G
Lalala~ Memaksaku..
Am Dm
Manfaatkanku..
Back to (*)
Am C G 4x
Am C Dm C Dm E Am
Am G Am
Am
So, let me
E Am
be my self.
Am C
Bosan
G
ku jadi bonekamu
Am C
Yang selalu
D
menuruti titahmu
Am C
Ku tak
G
selemah yang kau kira
Am C
Kau salah..
D
Kau salah..
Am C G Am C D
Am C
Buanglah
G
isi otak picikmu
Am C
Ku takkan
D
bisa tertipu lagi
Am C
Kau kira
G
aku sebodoh
Am C
prediksimu?
D
Tak mungkin..
Dm
Tak mungkin..
(-)
Dm
Tlah lelah dengan
C
semuanya
Dm
Dengar dan camkan yang ku
E
teriakkan..
Hey!
(*)
Am C
Let me be
G
my self
Am
Cukup sudah
C G
semua itu
Am C
Let me be
G
my self
Am C
Ku bukan tokoh game
G
favoritmu
Am C
Kau bukan dewa
Dm C
Kau bukan raja
Dm
Jangan atur
E Am
diriku
(Am C Dm C Dm E Am)
Am
Hey! Let me
G Am
be my self
Am C G Am C D 2x
Am C
Ku jenuh
G
jadi tamengmu
Am C
Yang menjagamu
D
kemanapun kau mau
Am C
Lihatlah
G
saja dirimu tanpa
Am C
hadirku
D
Kau lemah..
Dm
Kau kalah..
back to (-)
(**)
Am C
Let me be
G
my self
Am
Jangan coba
C G
menahanku
Am C
Let me be
G
my self
Am
Menyerahlah! Kau
C G
tak sekuat diriku
Am C
Kau bukan dewa
Dm C
Kau bukan raja
Dm
Jangan atur
E Am
diriku
(Am C Dm C Dm E Am)
Am G Am
Hey! Let me be my self
Am C G
Lalala~ Ku bukan
Am
bayanganmu
E
lagi
Am C G
Lalala~ Takkan jadi
Am
bayanganmu
Dm
lagi
Am C G
Lalala~ Kau takkan
Am
bisa.. Takkan
E
bisa
Am C G
Lalala~ Memaksaku..
Am Dm
Manfaatkanku..
Back to (*)
Am C G 4x
Am C Dm C Dm E Am
Am G Am
Am
So, let me
E Am
be my self.
Langganan:
Postingan (Atom)